
Bagi banyak orang, terutama pasangan muda dan pekerja di awal karir, memiliki rumah sendiri seringkali terasa seperti mimpi yang sulit diwujudkan. Hambatan biasanya bukan karena keinginan, melainkan kekhawatiran akan beban cicilan yang dianggap memberatkan.
Padahal dengan strategi keuangan yang tepat dan pemahaman tentang produk pembiayaan yang ada, memiliki rumah dengan cicilan yang tepat “ramah di kantong” sangat mungkin untuk diwujudkan.
Berikut beberapa tips mudah untuk mengatur keuangan agar bisa mencicil rumah tanpa mengorbankan kualitas hidup
> Gunakan Rumus 30% dari Penghasilan
Langkah pertama yang paling krusial adalah menentukan batas aman cicilan. Pakar keuangan menyarankan agar total cicilan hutang (termasuk KPR) tidak melebihi 30% hingga 35% dari total penghasilan bulanan.
- Kenapa 30% ? Angka ini dianggap ideal agar tetap memiliki ruang untuk biaya hidup sehari-hari, menambung, dan dana darurat.
- Tips : Jika sudah berkeluarga, gabungkan pendapat suami dan istri (joint income) untuk mendapatkan plafon cicilan yang lebih besar namun masih dalam batas aman.
> Memperbesar Uang Muka (DP)
Meskipun saat ini banyak pengembang menawarkan DP 0% atau DP sangat rendah, membayar uang muka dalam jumlah yang lebih besar sebenarnya adalah keuntungan jangka panjang.
- Beban Cicilan Berkurang. Semakin besar DP yang dibayarkan di awal, semakin kecil sisa pokok hutang yang harus dicicil, sehingga bunga yang harus dibayarkan pun ikut mengecil.
- Negosiasi Bunga. Terkadang bank memberikan kepercayaan lebih atau suku bunga yang lebih bersaing bagi nasabah yang memiliki kesiapan DP yang kuat.
> Pilih Tenor yang Lebih Panjang
untuk membuat cicilan bulanan lebih ringan dan terjangkau, pilihlah tenor atau masa pinjaman yang lebih lama, misalnya 15 hingga 20 tahun.
- Kelebihan, cicilan bulanan menjadi jauh lebih kecil, sehingga tidak mencekik pengeluaran bulanan yang biasanya.
- Saran, jika di tengah berjalannya cicilan Anda mendapatkan bonus atau kenaikan gaji, bisa langsung melakukan pelunasan sebagian untuk memperpendek masa pinjamannya kemudian.
> Manfaatkan Program Suku Bunga Fixed (Tetap)
Suku bunga KPR biasanya terdiri dari dua jenisyaitu fixed (tetap) dan floating (mengikuti pasar).
- Untuk menjaga stabilitas keuangan, carilah perbankan yang menawarkan promo bunga fixed dengan durasi yang lama (misalnya 5 hingga 10 tahun). Dengan bunga tetap, tidak perlu khawatir cicilan tiba-tiba melonjak saat bunga pasar naik, sehingga perencanaan keuangan keluarga tetap aman.
> Cari Perumahan dengan Harga “Early Bird”
Lokasi menentukan harga, namun waktu pembelian menentukan nilai. Membeli rumah di perumahan yang sedang dalam tahap pengembangan awal biasanya memberikan keuntungan harga yang jauh lebih murah dibanding saat perumahan tersebut sudah jadi sepenuhnya.
- Keuntungan lainnya adalah pengembang seringkali memberikan promo menarik seperti subsidi cicilan, bebas biaya KPR, atau potongan harga yang signifikan bagi pembeli pertama.
> Kurangi Hutang Konsumtif Sebelum Mengajukan KPR
Agar pengajuan KPR mudah disetujui bank dan cicilan tidak terasa berat, bersihkan dulu hutang-hutang kecil yang bersifat konsumtif, seperti cicilan barang elektronik atau kartu kredit. Ini akan memperbaik skor kredit dan memberikan ruang lebih bagi anggaran cicilan rumah.
Memiliki rumah adalah keputusan finansial terbesar dalam hidup, namun bukan berarti harus menjadi beban yang menakutkan. Dengan mengatur anggaran, memilih skema KPR yang tepat, dan mengambil momentum promo dari pengembang, cicilan rumah impian bisa tetap terjangkau dan sejalan dengan gaya hidup.