
Memilih rumah saat perumahan masih dalam tahap pembangunan (indent) memberikan keuntungan besar. Anda bisa memilih posisi kavling terbaik sebelum diambil orang lain. Namun, membaca gambar dua dimensi seperti site plan sering kali membingungkan bagi orang awam. Salah memilih posisi bisa berdampak pada kenyamanan tinggal hingga nilai investasi rumah di masa depan.
Bagaimana cara menganalisis peta perumahan agar tidak salah pilih? Berikut adalah panduan lengkap dan tips memilih posisi rumah terbaik di site plan perumahan yang sedang di bangun. Artikel lainnya; 10 Tips Memilih Perumahan yang Aman, Bebas Banjir, dan Strategis.
1. Pahami Arah Mata Angin (Orientasi Perumahan)
Hal pertama yang wajib Anda periksa pada site plan adalah logo kompas atau arah mata angin. Orientasi hadap rumah sangat memengaruhi suhu ruangan dan efisiensi energi.
- Hadap Utara atau Selatan (Paling Favorit): Posisi ini membuat rumah cenderung lebih sejuk karena tidak terpapar sinar matahari langsung secara berlebihan pada dinding depan atau belakang. Rumah juga mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
- Hadap Timur: Sangat bagus bagi Anda yang menyukai matahari pagi yang sehat, namun area depan rumah akan mulai teduh setelah lewat tengah hari.
- Hadap Barat: Cenderung lebih panas di sore hari karena menyerap sisa radiasi matahari seharian. Jika terpaksa memilih hadap barat, pastikan Anda menyiapkan anggaran lebih untuk menanam pohon peneduh atau memasang secondary skin pada fasad rumah.
2. Pertimbangkan Jarak dari Fasilitas Umum (Fasum) dan Sosial (Fasos)
Di dalam site plan, pihak developer pasti sudah memetakan area hijau, taman, tempat ibadah, hingga tempat pembuangan sampah (TPS).
- Jangan Terlalu Dekat, Jangan Terlalu Jauh: Memilih posisi rumah yang berjarak 2 hingga 5 rumah dari taman atau masjid adalah titik yang ideal. Anda mendapatkan akses mudah tanpa harus terganggu oleh suara bising atau kepadatan kendaraan saat ada acara warga.
- Hindari Posisi Sangat Dekat TPS atau Rumah Pompa: Periksa simbol-simbol kecil di pojok site plan. Rumah yang bersebelahan langsung dengan TPS berisiko mengalami masalah bau, sementara dekat rumah pompa atau gardu listrik utama berpotensi menimbulkan gangguan suara (humming noise).
3. Evaluasi Kelebihan dan Kekurangan Posisi Kavling Populer
Setiap posisi kavling memiliki karakteristik unik yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda:
Kavling Sudut / Pojok (Hook)
Kelebihan: Memilih lahan lebih luas di samping, sirkulasi udara dan pencahayaan jauh lebih maksimal karena memiliki dua sisi terbuka, serta nila investasinya paling tinggi.
Kekurangan: Harganya lebih mahal (ada biaya kelebihan tanah) dan Anda memiliki kewajiban merawat dua sisi trotoar/taman luar.
Kavling Kul-de-sac (Jalan Buntu)
Kelebihan: Sangat aman untuk anak-anak bermain karena tidak ada lalu lintas kendaraan umum. Suasana jauh lebih tenang dan privat.
Kekurangan: Area parkir untuk tamu cenderung terbatas dan ruang gerak memutar mobil agak sempit.
Kavling Tusuk Sate
Kelebihan: Secara visual langsung terlihat dari jalan utama (cocok jika ada rencana membuka usaha rumah yang diizinkan pengembang) dan biasanya ditawarkan dengan diskon atau promo khusus karena kurang diminati.
Kekurangan: Lampu sorot mobil dari depan jalan sering langsung menusuk ke dalam rumah saat malam hari, serta membutuhkan sirkulasi angin yang dirancang khusus agar debu tidak langsung menumpuk di teras.
4. Perhatikan Lebar Jalan (Row Jalan)
Pada site plan, perhatikan keterangan lebar jalan di depan kavling yang Anda incar.
- Jalan Utama (Main Boulevard): Biasanya memiliki row jalan yang lebar (10-12 meter atau lebih). Aksesnya sangat mudah, namun lalu lintas kendaraan akan lebih padat dan bising.
- Jalan Lingkungan (Kavling Dalam): Biasanya memiliki lebar 6-8 meter. Posisi ini jauh lebih tenang dan ramah anak, walau Anda harus sedikit berkendara masuk ke dalam klaster setelah melewati gerbang utama.
5. Cek Kontur Tanah dan Sistem Drainase
Meskipun site plan terlihat datar secara dua dimensi, tanyakan kepada marketing mengenai kontur asli di lapangan.
Tips Kritis: Pilihlah posisi rumah yang berada di area tanah yang lebih tinggi atau di hulu sistem drainase perumahan. Menghindari posisi kavling di area paling rendah atau di ujung aliran selokan akan menyelamatkan Anda dari risiko genangan air saat curah hujan tinggi.
Lakukan Cross-Check ke Lapangan
Jangan hanya mengandalkan lembar kertas site plan di dalam kantor pemasaran. Sempatkan untuk datang langsung ke lokasi proyek konstruksi. Mintalah izin untuk melihat patok kavling yang sedang dibangun agar Anda bisa mencocokkan kondisi asli dengan apa yang tertera di peta. Dengan ketelitian ini, rumah impian Anda tidak hanya akan nyaman ditinggali tetapi juga memiliki nilai jual kembali (resale value) yang sangat tinggi di masa depan.
Leave a Reply